Wapres JK Optimis Unanda Jadi Negeri

MAKASSAR — Wapres RI Jusuf Kalla menerima langsung rektor, segenap pimpinan Unanda, dan Yayasan To Ciung, Minggu 11 Agsutus 2019, lalu, di kediamannya, Makassar.Mereka diterima dalam suasana silaturahmi lebaran Idul Adha 1440 Hijriah.

Selain mendengar masukan dari Wapres JK terkait dengan kemajuan pendidikan di Indonesia, Rektor Unanda DR Marsus Suti, M.Kes di pertemuan silaturahmi tersebut, ia juga melaporkan perkembangan terakhir Unanda terkait kelengkapan persyaratan penegerian Unanda. “Semua kelengkapan berkas Unanda terkait penegeran sudah beres. Semua kita sudah lengkapi sesuai arahan dari kementerian yang terkait,” ucap Rektor Marsus Suti.

Unanda kalau berubah status jadi negeri dampaknya akan luar biasa. Akan banyak tumbuh perekonomian baru. Lulusan SMA di Luwu Raya dan daerah tetangga akan terbantu. Mereka tak lagi jauh-jauh keluar daerah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi negeri.

Dengan hadirnya Unanda sebagai perguruan tinggi negeri, paling tidak ada “cost” bagi lulusan SMA yang mau kuliah dapat teratasi. “Harapanya kami semoga Unanda bisa segera jadi negeri tahun ini,” terang rektor.

Mendengar perkembangan Unanda, Wapres Jusuf Kalla yang pada intinya sangat merespon positif. Kaitannya dengan hal tersebut, Wapres JK meminta agar pihak Unanda segera berkordinasi lagi dengan pihak Kemendikti. “Segera temui kemendikti,” ucap JK kepada rektor, segenap pimpinan Unanda, dan pihak dari Yayasan To Ciung.

JK sendiri akan memantau dan mengikuti koordinasi Unanda dengan pihak Kemristek Dikti. “Saya akan ikuti dengan cermat,” terang Wapres JK. Ini gambaran suasana di pertemuan. Pada prinsipnya, JK sangat mendukung penegerian Unanda. Apalagi, setelah mendengar laporan kemajuan Unanda.
“Pada prinsipnya Pak JK sangat mendukung penegerian Unanda,” lanjut rektor, kepada Palopo Pos, kemarin.

Menurut rektor, kebutuhan pendidikan tinggi negeri untuk penduduk Luwu Raya yang mencapai sekitar 3 juta jiwa. Serta posisi geografis antara Sulteng (Untad) dan Makassar (Unhas). Sehingga, terang Rektor Marsus Suti, sangat memungkinkan dari segi kebutuhan pendidikan tinggi negeri.

Rombongan Unanda diterima khusus wapres secara resmi di kediamannya Jalan Haji Bau Makassar pada lebaran. Rombongan dipimpin rektor dan wakil rektor, didampingi Madjid Tahir dan Aswar Hasan dari pihak yayasan. Ada juga Sekretaris Yayasan To Ciung DR Ir Annas Boceng, MP, Munawir dan Haekal.

Dari catatan Palopo Pos, pertemuan pimpinan Unanda dengan Wapres JK yang kedua kalinya di Provinsi Sulsel. Pernah pimpinan Unanda dan yayasan bertemu JK di rujab Bupati Luwu. Saat itu, JK menghadiri peringatan Hari Jadi Luwu dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu.

Rombongan Unanda kala itu diterima di rujab Bupati Luwu. Di luar pertemuan dengan orang nomor dua di negeri ini, rektor Unanda dan jajarannya sudah menemui sejumlah pihak. Terkhusus ke kementerian terkait. Misalnya, kemendikti, kemenPAN, BPN, dan lobi lewat sejumlah anggota DPR RI di pusat.

Kemudian nanti bulan September, akan ada peletakan batu pertama pembangunan kampus Unanda yang baru di Desa Baramamase, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu. Gubernur sudah siap suntik dana Rp 5 miliar untuk pembangunan Rektorat.

Gubernur Nurdin Abdullah (NA) juga sudah fasilitasi ke Menteri PUPR RI untuk mendapatkan sebuah tower Rusunawa. “Target kami memang bagaimana Unanda jadi negeri. Memang butuh kerjasama dan dukungan dari pihak terkait lainnya. Khususnya doa dari masyarakat Luwu Raya,” harap rektor Unanda.(ary) (Palopo Pos)