Ada Yang Unik Di Wisuda Unanda Kali ini

Unanda_ Humas . JAYANTI, S.AN paling berbahagia. Ada dua momen kebahagiaan yang dirasa warga Desa Harapan, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu. Apa itu?

Kemarin, gadis cantik ini salah satu wisudawan yang dikukuhkan rektor Unanda Dr Marsus Suti, M.Kes. Dengan predikat sangat memuaskan. Nilai IPK 3,89. Kebahagiaannya yang kedua. Kemarin, ia resmi dipersunting oleh pria pujaannya. Pria ini berprofesi sebagai kaptenkapal. Kemarin, mereka sudah duduk di atas pelaminan. Perjamuan.Saat 405 orang wisudawan dikukuhkan di gedung SCC, alumni Fisip duduk di atas pelaminan bersama sang suami menerima ucapan selamat. Tamu dan undangan berdatangan memberi ucapan selamat.

Ini momen yang unik dan jarang dijumpai di acara-acara wisuda kampus di Luwu Raya. Rektor Unanda Dr Marsus Suti, M.Kes, didampingi Dr Bachtiar, SE, MM, Dekan FISIP, Kasmad Kamal, dan dosen Unanda lainnya, bergerak dari SCC menuju acara pernikahan Jayanti. Rektor masih mengenakan baju toga. Suasana haru sangat terasa di lokasi perjamuan. Rektor yang datang membawa langsung ijazah wisudawan program studi ilmu sosial dan ilmu politik. Jayanti, S.An sempat meneteskan air mata. Didampingi Eki. NS. Betau, AMd. Tra, ATT III sang suami, keduanya menyalami rektor dan rombongan.

Jayanti tak bisa hadir di momen wisuda, karena bertepatan dengan hari akad nikahnya. Sebelumnya, 2 kali dia menunda jadwal akad karena sangat ingin merasakan proses wisuda namun 2 kali pula waktu yang dia tentukan bertepatan dengan tanggal penetapan wisuda. Olehnya itu, Rektor Dr Marsus Suti, M.Kes tidak ingin ada di antara anak-anak didiknya yang tidak bisa merasakan momen ini, dengan didampingi dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, wakil rektor, rektor mendatangi langsung Jayanti dan memberikan langsung ijazahnya. Suasana menjadi haru. “Ini kami lakukan agar semua anak didik kami mendapat perlakuan yang sama. Sebagai orang Luwu sudah menjadi keharusan kita menjunjung adat Sipakatau, Sipakainge’ dan Sipakalebbi,” ungkap rektor.

Menurut Kasmad Kamal, dekan FISIP Unanda, 2 kali dia menunda jadwal akad karena sangat ingin merasakan proses wisuda. Namun, 2 kali pula waktu yang dia tentukan bertepatan dengan tanggal penetapan wisuda. ”Pertama tanggal 14 juga bersamaan dengan acara wisuda. Namun, kemudian wisuda ditunda lagi dan diundur ke tanggal 19,” katanya.

Untuk diketahui, Universitas Andi Djemma kembali melahirkan 405 alumni dalam acara wisuda sarjana angkatan XVII, Kamis 19 Desember 2019, di Gedung Saodenrae Convention Centre. 405 alumni itu terdiri dari beberapa Program Studi antara lain Agribisnis 63 Orang,,Agroteknologi 38 Orang, Budidaya Perairan 22 Orang, Kehutanan 18 Orang, Ekonomi Pembangunan 32, Manajemen 110 Orang, Ilmu Administrasi Negara 43 Orang, Ilmu Hukum 47 Orang, Teknik Sipil 10 Orang dan Teknik Informatika 22 Orang