Unanda Berbenah.. Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampus Baru Dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan

Unanda_Humas. Pembangunan kampus baru Universitas Andi Djemma sudah dimulai, kemarin Prosesi Peletakan Batu Pertama dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, disusul Muh Dhevy Bijak Pawindu (Anggota DPR RI), Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi, Bupati Luwu, Drs. H.Basmin Mattayang,M.Pd, Wali Kota Palopo Drs.HM Judas Amir,M.H, Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak, Wakil Wali Kota Palopo Dr. Ir. H.Rahmat Masri Bandaso,M.Si, Anggota DPRD Sulsel, Irwan Hamid dan Husmaruddin, Ketua Yayasan To’Ciung Luwu, Prof. Dr. Ir. H Baharuddin Mappangaja, M.Sc didampingi Rektor Unanda Dr Marsus Suti, M.Kes, dan pejabat lainnya. Gedung yang dirancang tiga lantai terletak di Desa Baramamase, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu.Jarak antara Kota Palopo dengan kampus baru sejauh 16 km. Ke lokasi ini masih jalan rintisan sejauh kurang lebih 1 km. Kampus baru ini dibangun di area 600 meter x 500 meter atau 30 hektar. Terdiri gedung rektorat, gedung fakultas, auditorium, masjid, gedung perpustakaan, pusat kesehatan, pusat bisnis, asrama mahasiswa dan lapangan sepakbola

“Kalau mau Luwu Raya maju, dorong Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satunya bangun Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo. Kalau SDM unggul, Luwu Raya menjadi kekuatan besar Sulsel ke depan”, ungkap Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah (NA)

 ”Ada empat bupati/wali kota di sini,” ucap Prof Andalan mengawali sambutannya. ”Mari bersama-sama perhatikan Unanda. Bangun Unanda sampai tuntas,” tegas gubernur Sulsel yang datang ke lokasi peletakkan batu pertama tepat pukul 14: Wita. Ia bersama Pangdam dan bupati Luwu, wali kota, dan unsur forkopimda Sulsel, dan Luwu Raya.

Kata dia, Unanda masih butuh anggaran untuk menuntaskan kampus baru Unanda. ”Belum lagi jalan masuk ke lokasi kampus,” ujarnya. Gubernur memberi perhatian serius terhadap jalan yang sifatnya masih rintisan menuju kampus baru. Di luar bantuan Rp5 miliar untuk pembangunan awal kampus, gubernur janji titip anggaran jalan masuk lewat bupati Luwu. ”Saya mau bikin jalur dua,” imbuhnya, serius.

Di awal bertemu dengan Rektor Andi Djemma untuk membangun kampus baru. ”Jangan wacana bangun kampus, tapi harus diwujudkan,” papar gubernur. ”Saya bahagia hari ini, hadir di sini. Di sinilah awal membangun SDM Luwu Raya. SDM harus didorong. Ini langkah awal,” terangnya.

Ia mengharapkan bantuan kepala daerah se Luwu Raya untuk menuntaskan pembangunan Unanda ke depan. Di luar bantuan Rp5 miliar dan Rp1 miliar dari dana aspirasi Irwan Hamid, Prof Andalan juga menyebut menteri terkait sudah merespon usulan pembangunan rusunawa. Rusunawa untuk mahasiswa baru. “Kita rancang ditempati setahun. Sudah itu, mereka harus cari rumah kos,” jelasnya.

Dengan adanya kampus Unanda di Walenrang, lanjutnya, ini menjadi berkah bagi masyarakat Luwu. Akan memberikan ‘multiplier effect’. Lapangan kerja dan kantin akan tumbuh. Kemudian rumah kos. ”Saya mau Unanda unggul di Luwu Raya. Unanda jadi universitas unggul,” tandasnya.

”Mahasiswa dari Sulteng dan Sultra menjadikan kampus ini pilihan untuk menempuh pendidikan,” harap dia. Untuk itu, gubernur memberi saran, kurikulum harus berorinetasi ke pasar. ”Jangan lulus untuk dapatkan ijazah. Terus dorong kampus, jadi kampus unggulan,” lanjutnya.Ia juga menyinggung upaya untuk menjadikan Unanda jadi perguruan tinggi negeri. Kalau Unanda jadi universitas unggulan, jadi kekuatan besar Sulsel ke depan.

”ASN-kan dulu dosennya semua. Saya kira ini tidak ada masalah. Why not…!”.

Kenapa Luwu Raya jadi prioritas, menurut Prof Andalan, karena dirinya mampu menangkap aspirasi yang berkembang selama ini. Kontribusi pendapatan dari Luwu Raya sampai 50 persen. ”Maka dosalah kita kalau kita tidak dorong pembangunan Luwu Raya,” urainya. Di tempat yang sama, Bupati Luwu Basmin Mattayang langsung merespon ide gubernur Sulsel.

Apalagi, Unanda lahir dari embrio Kerajaan Luwu. ”Universitas ini adalah milik semua masyarakat Luwu,” kata Basmin. Lanjutnya, Yayasan To Ciung Luwu sudah terbentuk sebelum Luwu Utara, Luwu Timur, dan Palopo.

Ia berharap bahwa Pemprov Sulsel dan Gubernur Sulsel, dapat terus mendukung pembangunan kampus ini hingga tuntas.  “Bapak Gubernur inilah yang punya perhatian khusus di Luwu Raya,” paparnya.

Basmin juga mengucapkan banyak terima kasih yang sedalam-dalamnya ke gubernur. ”Bapak gubernur inilah punya perhatian khusus ke Luwu Raya.

Belum ada sosok pemimpin yang curahkan perhatian ke Luwu,” tandas Bupati Basmin.

Sementara itu, Rektor Unanda, DR Marsus Suti, M.Kes, mengatakan, kawasan kampus baru ini dibangun di area 600 meter x 500 meter atau 30 hektar. Terdiri gedung rektorat, gedung fakultas, auditorium, masjid, gedung perpustakaan, pusat kesehatan, pusat bisnis, asrama mahasiswa dan lapangan sepakbola.

Menurut rektor Unanda, pembangunan kampus baru Unanda  ada manfaat untuk masyarakat sekitar. ”Kita juga akan berdayakan masyarakat sekitar untuk ambil peran dalam pembangunan. Sesuai dengan keahlian,” turu rektor Unanda.

Marsus juga mengatakan bahwa Unanda menyiapkan beasiswa buat putra dan putri yang berkuliah di Unanda yang terkena dampak terhadap lokasi terhadap pembangunan gedung tersebut. Ada beasiswa bidik misi dan bantuan lainnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, pimpinan DPRD se Luwu Raya, Dandim 1403 Sawerigading, Letkol Inf Gunawan, Kapolres Luwu, AKBP Dwi Santoso, Kapolres Palopo yang diwakili Kapolsek Telluwanua, Iptu Idris, pimpinan DPRD se Luwu Raya, dan sejumlah pimpinan perbankan se Luwu Raya. Kemudian Koordinator TGUPP Luwu Raya, Bustam Titing, Ketua Yayasan To Ciung Luwu, Prof Baharuddin Mappangaja, bersama pengurus Yayasan lainnya, Ir H Abdul Madjid Tahir.