Gubernur Ajak Rektor Unanda Temui Presiden

PALOPO — Soal lahan untuk kampus baru Universitas Andi Djemma tak ada masalah lagi.
Itu setelah universitas terbilang besar di Luwu Raya ini, telah mendapat tanah seluas 300.000 m2 (tiga ratus ribu meter persegi) atau 30 hektare.

Universitas yang para pengelolanya terus intens mengurus penegeriannya itu, kini telah mendapat amunisi baru berupa tanah yang luas, dan letaknya strategis. Lokasinya di Desa Baramamase, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu.

Dengan Sertipikat Hak Pakai Nomor: 00005. Sebidang tanah ini dipergunakan untuk pembangunan Gedung Universitas Andi Djemma. Untuk itu, Rektor Unanda DR Marsus Suti, M.Kes dan civitas akademika Unanda mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Luwu, terkhusus kepada Bupati Luwu, H Basmin Mattayang dan Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak. Diketahui mereka selama ini intens mendukung dan mensupport lahirnya perguruan tinggi negeri di Luwu Raya.

Sejak tanggal 28 Agustus 2014 sudah terbit Sertipikat (Tanda Bukti Hak) seluas 300.000 meter persegi. ”Jadi, lahan untuk pembangunan kampus Unanda sudah tidak ada masalah lagi,” ujar Rektor Universitas Andi Djemma Palopo, DR Marsus Suti, M.Kes, melalui Wakil Rektor II Unanda, DR Bakhtiar, SE, MM, Rabu 23 Juli 2019, kemarin, di salah satu warkop di Jalan Kelapa, Kota Palopo. “Alas hak atas tanah untuk pembangunan gedung Unanda sudah kelar,” tegas Rektor Marsus Suti.

Penerbitan sertipikat diproses dari awal. Ada pendataran pertama. Di halaman pendaftaran pertama memuat hak pakai, letak tanah, asal hak, dasar pendaftaran, surat ukur. Kemudian nama pemegang hak, pembukuan, dan penerbitan sertipikat.

Di halaman pendaftaran pertama ini, tertera surat ukur tertanggal 25 Agustus 2014, kemudian nama pemegang hak Yayasan To Cung Luwu yang berkedudukan di Kabupaten Luwu. Sedangkan penerbitan sertipikat (tanda bukti hak) tertanggal 28 Agustus 2014 yang ditandatangani dengan cap stempel Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu Muh Agustan, SH, MH.

Sebidang tanah terletak di Desa Baramamase, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu. ”Sebidang tanah ini akan dipergunakan untuk pembangunan gedung Universitas Andi Djemma. Luasnya 300.000 (tiga ratus ribu meter persegi),’ tambah Rektor Marsus Suti yang pada penerbitan sertipikat sebagai pemohon.

Lanjutnya, proses penegerian Unanda sendiri sudah lama berproses. Semua syarat administrasi untuk dinegerikan sudah terpenuhi. Tinggal memang membutuhkan dukungan dari Presiden Jokowi.

Kaitannya dengan ini, lanjut rektor Unanda, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang akrab disapa NA, mengajak rektor Universitas Andi Djemma menemui langsung Presiden Jokowi. Untuk memohon agar Unanda mendapat prioritas. “Pertama untuk dinegerikan,” paparnya.
Proses penegerian telah lama tertunda.

Sementara itu, WR II Unanda, DR Bakhtiar, SE, MM, mengatakan, rencana peletakan batu pertama pembangunan rektorat Unanda di Baramamase pada bulan 9 nanti oleh gubernur. Bersamaan dengan kedatangan Presiden Jokowi saat menghadiri acara Festival Keraton Nusantara (FKN). ”Jalan masuk sudah kita benahi. Insya Allah, Pak Gub siap membantu pembangunan rektorat Unanda yang baru,” tandasnya.
Kata dia, Gubernur bersedia membantu pembangunan rektorat Unanda di Baramamase sebesar Rp5 miliar.

Sebelumnya pada acara halal bi halal Unanda dan civitas akademika Unanda, beberapa waktu lalu, Wakil Wali Kota Palopo, Rahmat Masri Bandaso, mengatakan kalau gubernur Sulsel siap membangun Unanda. Kata dia, Unanda akan dibantu Rp5 miliar.(ary) (Palopo Pos)