LP2M Unanda Gelar Workshop Kurikulum MBKM

Humas. (Unanda). Pengembangan kurikulum merupakan hak dan kewajiban masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Standar Nasional Pendidikan Tinggi, dan ketentuan lain yang berlaku. Tantangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi dalam pengembangan kurikulum di era Revolusi Industri 4.0 adalah menyiapkan lulusan yang tangguh dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja, dan teknologi yang semakin berkembang pesat. Oleh karena itu, diperlukan adanya link and match antara lulusan perguruan tinggi bukan hanya dengan dunia usaha dan dunia industri saja tetapi juga dengan masa depan yang semakin cepat mengalami perubahan.

Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang saat ini mulai diterapkan oleh banyak perguruan tinggi merupakan program pembelajaran yang memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran selama maksimum tiga semester belajar di luar program studi dan kampusnya. Kebijakan MBKM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas dan kompetensi baru melalui beberapa kegiatan pembelajaran di antaranya pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, riset, proyek independen, kegiatan wirausaha, proyek kemanusiaan, asistensi mengajar di satuan pendidikan, dan proyek di desa/kuliah kerja nyata tematik. Selain itu, mahasiswa juga diberikan kebebasan untuk mengikuti kegiatan belajar di luar program studinya di dalam perguruan tinggi yang sama dengan bobot sks tertentu. Kunci keberhasilan implementasi kebijakan MBKM di sebuah perguruan tinggi adalah adanya sebuah keberanian dalam mengubah pola pikir dari pendekatan kurikulum berbasis konten yang kaku menjadi kurikulum berbasis capaian pembelajaran yang adaptif dan fleksibel untuk menyiapkan mahasiswa menjadi insan dewasa yang mampu berdikari. Setiap program studi ditantang dalam mengembangkan kurikulum yang adaptif dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang semakin pesat tanpa keluar dari tujuan dalam menghasilkan lulusan sesuai dengan capaian pembelajaran yang telah ditentukan. Keadaan yang terjadi di Universitas Andi Djemma Palopo dengan adanya kebijakan MBKM ini, program studi masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan kurikulum MBKM dan mengimplementasikannya. Oleh karena itu Universitas Andi Djemma menyelenggarakan Workshop Kurikulum MBKM.

Workshop MBKM ini di laksanakan secara daring dan luring di ruang rapat gedung rektorat dengan menghadirkan seluruh Dekan dan KPS. Bagi civitas akademika di ikuti memalui daring dengan menggunakan Zoom Meeting. Kegiatan ini berlangsung hari ini, Senin, 18 Januari 2021.

Terdapat dua orang narasumber yaitu Prof. Dr. Ir. Mir Alam Beddu, MP. (Ketua Tim Pengembangan Kurikulum MBKM Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Islam Makassar) dan Dr. Endrotomo (Tim Teaching Learning Centre Universitas Ciputra Surabaya). Secara terpisah Rektor Dr.Marsus Suti,M.Kes sangat mengapresiasi kegiatan ini, semoga apa yang menjadi tujuan dari Workshop MBKM ini dapat kita capai dengan baik.

Dr. Sukriming Sappareng, S.P.,M.P selaku ketua panitia berharap melalui workshop ini kita dapat lebih memahami terkait pengembangan kurikulum MBKM dan mampu menyusun kurikulumnya bagi program studi di lingkup Universitas Andi Djemma.