Kuliah Umum dan Penandatangan MoU Antara UNANDA dan UNIBOS

Universitas Andi Djemma (UNANDA) kembali menambah relasi. Kali ini kerjasama dilakukan dengan Universitas Bosowa Makassar, di Aula Ratona Rabu (31/01/24). Kesepakatan kerjasama ditandatangani oleh Rektor Unanda, Dr. Ir. H. Annas Boceng, M.SI dan Rektor Unibos, Prof. Dr. Ir. Batara Surya, ST.,M.Si. Turut hadir menyaksikan dua staf Unibos, jajaran pimpinan Unanda, pimpinan Fakultas.

Rektor Unanda mengungkapkan harapannya dengan adanya kerjasama ini. “Dengan adanya MoU ini tentunya kami menambah mitra untuk pengembangan Sumber Daya Manusia yang ada di Unanda. Kami berharap dari akan terwujudnya beberapa tujuan salah satunya mahasiswa-mahasiswa Unanda sebelum lulus dapat melakukan program pertukaran mahasiswa(i) pada kampus Unibos. Kerjasama ini bertujuan untuk memupuk hubungan kelembagaan, kemitraan serta saling membantu antar PARA PIHAK dalam melaksanakan kegiatan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian.

Rektor Universitas Bosowa, mengucapkan terima kasih karena keterbukaan Unanda, Rektor Unanda menyambut kami sangat luar biasa. Ia mengatakan dari Univ. Bosowa akan mensupport kerjasama antara kedua belah pihak dengan harapan bisa terbentuk segera dan bisa segera bisa terealisasi kerjasama ini bisa memberikan warna baru di Unibos dan Unanda. Setelah Penandatanganan MoU dilanjutkan Kuliah Umum oleh Prof. Dr. Ir. Batara Surya, ST., M.Si dengan tema “Pembangunan Berkelanjutan dalam Perspektif Ekonomi, Sosial dan Lingkungan” yang dihadiri oleh mahasiswa(i) Unanda sebanyak 200 orang.

Dalam penjelasannya, Rektor Unibos mengatakan Sustainable Development Goals (SDGs) adalah serangkaian tujuan yang dibuat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai panduan bagi seluruh negara anggota untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Segala bentuk pembangunan berkelanjutan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tapi sampai pada lini terkecil dalam masyarakat. “Masalah kemiskinan, lingkungan dan semua orang harus berkontribusi, berkelanjutan dan tidak terputus,” jelasnya.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan adalah membangun kesadaran masyarakat. Dalam konteks global saat ini, di mana sifat konsumtif menjadi merajalela, sering kali kita terjebak dalam siklus konsumsi berlebihan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan. Kita terobsesi dengan tren baru, memburu produk-produk terbaru, dan sering kali melupakan bahwa di balik semua itu, sumber daya alam yang digunakan untuk menghasilkan barang-barang tersebut adalah terbatas.

Harapannya sempoga dengan adanya materi Kuliah Umum dari Prof. Batara dapat meningkatkan kesadaran akan keberlanjutan bukan hanya tentang pengetahuan, melainkan tentang nilai-nilai dan etika. Hal itu menjadi suatu keniscayaan untuk membangun kesadaran tersebut dari usia dini. Edukasi dan kampanye saja tentu tidak cukup. Kolaborasi antar-berbagai elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan keberlanjutan. Pemerintah memiliki tugas untuk mengatur dan memberikan regulasi yang mendukung keberlanjutan. Di sisi lain, sektor swasta bisa berkontribusi dengan inovasi dan produk-produk ramah lingkungan, serta menerapkan prinsip-prinsip bisnis berkelanjutan.

Melalui kerja sama (MoU), komitmen, adanya inovasi serta gotong royong, niscaya Indonesia dapat menjadi teladan bagi dunia dalam mengelola urbanisasi secara bijak dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *