Tingkatkan Kapasitas Konservasi, UNANDA Palopo Kirim Mahasiswa Ikuti Pelatihan Camera Trap

Penggunaan kamera pengintai (Camera trap) sebagai perangkat dalam melakukan kajian satwa liar telah umum digunakan di Indonesia dalam satu dekade terakhir. Penggunaan camera trap ini dapat menghasilkan data visual untuk mengetahui keberadaan jenis, keanekaragaman, maupun kelimpahannya serta sebaran dan perilaku satwa liar.

Namun demikian penerapan metode dengan penggunaan perangkat ini tidaklah selalu menghasilkan data yang bagus apabila spesies target, jenis kamera yang dipilih, lalu bagaimana kamera itu digunakan dan kemudian bagaimana data tersebut dikelola, tidaklah menerapkan standar penggunaan yang tepat.

Menurut Wakil Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Andi Djemma Palopo Witno, kegiatan pelatihan penggunaan camera trap yang diselenggarakan oleh Fauna & Flora International tentunya sangat membantu penguatan kapasitas berkaitan dengan studi biodiversitas khususnya bagi mahasiswa Universitas Andi Djemma, Rabu, (7/12/2022).

“Kegiatan ini tentu sangat positif, terlebih karena sangat menunjang pengetahuan mahasiswa khususnya pada penggunaan kamera intai dalam rangka meningkatkan ketertarikan dalam studi biodiversitas,” ungkap Witno

Sementara itu, Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Andi Djemma Palopo Hadijah mengatakan bahwa kegiatan ini setidaknya dapat memotivasi dan memantik para mahasiswa khususnya untuk meningkatkan studi dan penelitian biodiversitas khususnya di wilayah lanskap Luwu Raya sebagai salah satu bagian Wallacea Region yang belum banyak diungkap biodiversitynya, padahal merupakan salah satu hotspot biodiversity dunia

“Terimakasih kami ucapkan pada penyelenggara kegiatan karena setidaknya melalui pelatihan ini, adek-adek mahasiswa dapat terpacu dan lebih semangat lagi untuk melakukan studi dan penelitian biodiversity khususnya di lanskap Luwu Raya yang diketahui saat ini masih minim sekali data keanekaragaman hayatinya. Selain itu menjadi bekal ilmu dan skill mereka untuk memilih pekerjaan yang sesuai bidangnya di masa depan,” ungkap Hadijah.

Rangkaian kegiatan pelatihan ini berlangsung selama 6 hari yang dilakukan di Taman Pra Sejarah Leang-Leang Kabupaten Maros dan kemudian dilanjutkan dengan observasi perilaku Anoa di Discovery Park Kabupaten Gowa.

Menurut Project Manager FFI’s IP Sulawesi Fardi Ali Syahdar, kegiatan ini merupakan agenda penguatan kapasitas dan menjadi rangkaian persiapan pelaksanaan camera trap survey yang akan dilakukan di area hutan pegunungan Quarles administrasi Kabupaten Luwu Utara, yang diharapkan dapat melibatkan para pihak khususnya mahasiswa kampus setempat beserta komunitas pemuda pemerhati lingkungan.

“Desain pelatihannya memang berkaitan dengan rencana pelaksanaan camera trap survey di Luwu Utara, yang diharapkan dapat meningkatkan skill dan kompetensi peserta kegiatan khususnya dalam penggunaan kamera intai,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, kegiatan ini diikuti sebanyak 21 orang peserta yang berasal dari mahasiswa Kehutanan Universitas Andi Djemma dan Unit Kegiatan Mahasiswa Lingkup Universitas Hasanuddin serta personil dari Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan.

#copyright: BBKSDA Sulsel & FFI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *