PALOPO — Universitas Andi Djemma (Unanda) melakukan evaluasi terhadap 304 mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dari berbagai angkatan. Kegiatan ini berlangsung melalui roadshow ke seluruh fakultas di lingkungan Unanda pada 10–11 September 2026.
Evaluasi KIP-K untuk Memastikan Program Tepat Sasaran
Evaluasi tersebut merupakan bagian dari upaya Unanda memastikan program KIP-K berjalan tepat sasaran. Selain itu, kegiatan ini bertujuan mendorong mahasiswa penerima beasiswa agar konsisten menjaga prestasi akademik.
Mahasiswa juga diingatkan untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Mereka diharapkan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku selama menerima bantuan pendidikan.
Dalam evaluasi tersebut, Unanda memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang memiliki Indeks Prestasi Semester (IPS) di bawah standar akademik yang ditetapkan. Kondisi ini menjadi perhatian bersama.
Karena itu, berbagai kendala yang dihadapi mahasiswa perlu diketahui sejak awal. Dengan demikian, kampus dapat memberikan pendampingan dan solusi yang sesuai.
Mahasiswa Penerima KIP-K Memiliki Tanggung Jawab
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Prestasi, dan Pembinaan Karakter Unanda, Dr. Ir. Hasbi, ST., M.SP., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa KIP-K bukan hanya dukungan pembiayaan pendidikan.
Menurutnya, mahasiswa penerima KIP-K juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga komitmen akademik. Komitmen tersebut harus dipertahankan sejak awal hingga mahasiswa menyelesaikan studinya.
“Peran terbesar dalam mempertahankan komitmen menyelesaikan kuliah dari awal hingga akhir ada pada diri mahasiswa itu sendiri. Kampus memfasilitasi sarana dan pembinaan agar mahasiswa tetap berproses dengan baik dan berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu,” ujar Dr. Hasbi.
Kampus Perkuat Monitoring dan Pendampingan
Lebih lanjut, Dr. Hasbi menjelaskan bahwa evaluasi tidak hanya bertujuan menilai capaian mahasiswa. Sebaliknya, evaluasi juga menjadi ruang untuk mengetahui berbagai kendala yang dapat menghambat proses studi.
Oleh sebab itu, persoalan akademik maupun kendala lainnya perlu ditangani sejak dini. Langkah tersebut penting agar masalah yang dihadapi mahasiswa tidak berkembang menjadi hambatan yang lebih besar.
Dr. Hasbi juga mengimbau pimpinan fakultas, program studi, dan pihak terkait untuk melakukan monitoring secara berkelanjutan. Pemantauan tidak hanya dilakukan ketika evaluasi berlangsung.
“Kami berharap pimpinan fakultas tidak hanya melakukan pengawasan ketika evaluasi berlangsung, tetapi juga secara berkelanjutan memantau perkembangan mahasiswa penerima KIP-K. Jika ditemukan kendala, baik terkait nilai, kehadiran, proses pembelajaran, maupun persoalan lainnya, agar dapat segera dikomunikasikan dan dicarikan solusi bersama,” tambahnya.
KIP-K Menjadi Kesempatan untuk Meraih Masa Depan
Monitoring secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu mahasiswa memperbaiki capaian akademiknya. Selain itu, pendampingan sejak dini dapat memastikan mahasiswa tetap berada pada jalur penyelesaian studi sesuai target.
Melalui evaluasi dan roadshow tersebut, Unanda menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program KIP-K. Kampus ingin memastikan bantuan pendidikan tersebut memberikan manfaat maksimal bagi mahasiswa yang membutuhkan.
Di sisi lain, mahasiswa penerima KIP-K diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan penuh tanggung jawab. Mereka perlu meningkatkan prestasi, menjaga kedisiplinan, dan menaati seluruh regulasi yang berlaku di lingkungan universitas.
KIP-K bukan sekadar bantuan pendidikan. Program ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun masa depan. Karena itu, kesempatan tersebut perlu dijaga melalui prestasi, tanggung jawab, kedisiplinan, dan komitmen untuk menyelesaikan pendidikan hingga tuntas.
Penulis: Herman Saputra
Foto: Tim Humas
Penyunting: Tim Humas
