Dalam rangka implementasi teori yang diperoleh mahasiswa di Kampus, Fakultas Kehutanan Universitas Andi Djemma melaksanakan kegiatan Magang/Praktek Umum tahun 2025 di beberapa tempat yaitu Celebica Luwu Timur, PT.INHUTANI I Kalimantan Timur pada 3 unit Manajemen UMHT Long Nah Samarinda, UMHA Meraang Berau , dan UMHA Tepian Buah Berau yang masing-masing unit manajemen di dampingi oleh satu Dosen Pembimbing Lapangan diantaranya Witno S.Hut.,M.Hut, Maria, S.Hut.,M.Hut., Srida Mitra Ayu,SP.,MP dan Wiwi Octaviani,S.Huy.,M.Hut. Kegiatan magang rencananya akan berlangsung selama 2 bulan mulai dari 1 agustus – 30 september 2025. Penerimaan Mahasiswa dilaksanakan hari Jumat, 1 Agustus 2025 oleh masing2 unit manajemen PT.Inhutani I Wilayah Kaltim. Kegiatan magang diharapkan dapat memberikan pengetahuan sekaligus pengalaman bagi Mahasiswa khususnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan lestari.

Kegiatan Magang ini juga dirangkaikan dengan pemberdayaan masyarakat dan diversifikasi hasil hutan, PT. Inhutani 1 Long Nah bersama PT. Permata Borneo Abadi menggelar sosialisasi budidaya lebah keldi kawasan hutan tanam industri Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Kegiatan ini menghadirkan pakar lebah kelulut dari Fakultas Kehutanan Universitas Andi Djemma, Wiwi Octaviani, S.Hut., M.Hut, sebagai pemateri utama.

Potensi Lebah Kelulut untuk Ekonomi dan Kelestarian Hutan

Lebah kelulut (Trigona sp.) dikenal sebagai lebah tanpa sengat yang menghasilkan madu bernilai ekonomi tinggi serta berperan penting dalam penyerbukan tanaman. Budidaya lebah ini dinilai cocok dikembangkan di kawasan hutan tanam industri karena tidak merusak ekosistem, justru mendukung regenerasi vegetasi hutan.

Wiwi Octaviani, dalam paparannya, menjelaskan bahwa lebah kelulut dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat sekitar hutan. *”Selain madu, propolis dan bee bread dari kelulut memiliki nilai jual yang menjanjikan. Budidayanya juga relatif mudah dan ramah lingkungan,”* ujarnya.

Sinergi Perusahaan dan Akademisi

Kerja sama antara PT. Inhutani 1 Long Nah (BUMN kehutanan) dan PT. Permata Borneo Abadi (perusahaan pengelola hutan) ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan kawasan hutan secara berkelanjutan. Kedua perusahaan berkomitmen mendorong masyarakat untuk terlibat dalam budidaya lebah kelulut dengan pendampingan teknis dan pemasaran.

“Ini bagian dari program CSR kami yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi hijau. Harapannya, masyarakat bisa mandiri sekaligus menjaga kelestarian hutan,” jelas Funnery selaku Manager PT. Inhutani 1 UMHT Long Nah Samarinda

Antusiasme Peserta dan Langkah Ke Depan

Sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan kelompok tani hutan, tokoh masyarakat, dan dinas terkait. Peserta diajak praktik langsung teknik panen dan teknik pecah koloni serta teknik perawatan koloni.

Kedepan, kedua perusahaan berencana membentuk kelompok budidaya lebah kelulut dan memfasilitasi akses pasar, termasuk kerja sama dengan UMKM lokal untuk pengolahan produk turunan madu.

“Kami berharap ini bisa menjadi pilot project ekowisata berbasis madu kelulut di Kalimantan Timur,” tambah Wiwi Octaviani.

Dengan kolaborasi multipihak ini, budidaya lebah kelulut di Kutai Timur diharapkan tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Kiranya kegiatan magang tahun ini, Mahasiswa Fakultas Kehutanan Andi Djemma dapat mendapatkan manfaat dari dalamnya berupa pengetahuan dan pengalaman, demikian pun sebaliknya menjadi harapan bersama Mahasiswa Fakultas Kehutanan bisa memberikan manfaat di lokasi tempat magang masing-masing.

https://www.instagram.com/p/DMZK7XIT-xi/?img_index=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *