Suara itu mengalun pelan di sebuah ruang latihan yang sederhana. Tidak ada sorot lampu, tidak ada tepuk tangan, apalagi riuh penonton. Hanya seorang mahasiswa yang berulang kali mengulang bait demi bait lagu, mencari nada yang paling jujur untuk mewakili perasaannya.
Mahasiswa itu adalah Andi Muh Amal Fachri Alam, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Andi Djemma (Unanda). Namun, di balik statusnya sebagai mahasiswa, Amal juga mengemban tanggung jawab sebagai karyawan Perumda Air Minum (PDAM) Kota Palopo. Setiap hari ia harus membagi waktu antara pekerjaan, perkuliahan, dan latihan vokal. Ritme kehidupan yang padat itu tidak membuatnya mengubur impian, justru menjadi alasan baginya untuk membuktikan bahwa keterbatasan waktu bukan penghalang untuk berprestasi.
Baginya, menyanyi bukan sekadar tentang menghasilkan suara yang indah. Di balik setiap lagu yang ia bawakan, ada disiplin, keberanian, dan keyakinan bahwa mimpi hanya akan menghampiri mereka yang mau terus berlatih.
Bulan-bulan menjelang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Sulawesi Selatan 2026 menjadi perjalanan yang menguras tenaga sekaligus menguatkan tekad. Setelah menyelesaikan pekerjaannya di PDAM Palopo, Amal masih menyisihkan waktu untuk mengikuti perkuliahan dan berlatih hingga malam. Di tengah padatnya aktivitas, ia memahami bahwa panggung hanya memberikan beberapa menit untuk tampil, tetapi keberhasilan dibangun dari ratusan jam persiapan yang tidak pernah disaksikan siapa pun.
Saat namanya diumumkan sebagai Juara II Nyanyi Pop Putra, bukan hanya rasa haru yang memenuhi panggung. Momen itu menjadi pengingat bahwa kerja keras, disiplin, dan kemampuan mengelola waktu mampu mengantarkan seseorang melampaui batas yang sering dianggap mustahil.
Namun, kisah Amal bukanlah cerita yang berdiri sendiri.
Di panggung yang sama, Eki Puspita, mahasiswi Program Studi Teknik Sipil, berhasil meraih Juara III Nyanyi Pop Putri melalui penampilan yang memikat dewan juri. Di cabang monolog, Zaitun Zahara dari Program Studi Manajemen menghadirkan penampilan yang penuh penghayatan hingga meraih Juara III. Sementara itu, Rahayu Kartika Mas’ud dari Program Studi Teknik Sipil menunjukkan bahwa kata-kata mampu menjadi karya yang menggerakkan hati dengan meraih Juara II Penulisan Puisi.
Semangat yang sama juga hadir dari panggung tari. Tim Tari Kreasi Universitas Andi Djemma yang terdiri atas Komang Intan, Sinta Atmadani, Putu Purnama Yanti, A. Tenri Ingka Pradistiardi, Nur Ainun Aras, dan Andi Sallomo berhasil meraih Juara Harapan II. Melalui setiap gerakan yang ditampilkan, mereka tidak hanya mempersembahkan koreografi, tetapi juga membawa cerita tentang budaya, kebersamaan, dan identitas.
Lima penghargaan yang diraih Universitas Andi Djemma pada PEKSIMIDA Sulawesi Selatan 2026 bukanlah hasil dari keberuntungan. Prestasi tersebut lahir dari proses panjang yang dipenuhi latihan, evaluasi, pengorbanan waktu, dan keberanian untuk terus berkembang. Selama penyelenggaraan PEKSIMIDA yang berlangsung pada 19–28 Juni 2026, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulawesi Selatan berkumpul di LLDIKTI Wilayah IX, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Muslim Indonesia untuk berkompetisi dalam 15 cabang seni. Di tengah persaingan tersebut, mahasiswa Universitas Andi Djemma mampu menunjukkan bahwa kreativitas dan kerja keras dapat berdiri sejajar dengan siapa pun.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Prestasi, dan Pembinaan Karier Universitas Andi Djemma, Dr. Ir. Hasbi, S.T., M.SP., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten.
“Prestasi ini merupakan bukti bahwa mahasiswa Universitas Andi Djemma memiliki kemampuan dan daya saing yang tinggi. Kami mengapresiasi kerja keras para mahasiswa, dosen pembimbing, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga prestasi ini dapat diraih. Universitas akan terus memperkuat pembinaan minat dan bakat mahasiswa agar semakin banyak prestasi yang lahir di tingkat regional, nasional, maupun internasional,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan di bidang seni menegaskan bahwa kampus tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga pribadi yang kreatif, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan melalui berbagai ruang ekspresi.
Rektor Universitas Andi Djemma, Dr. Ir. H. Annas Boceng, M.Si., juga memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah membawa nama baik universitas.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah mengharumkan nama Universitas Andi Djemma pada ajang PEKSIMIDA Sulawesi Selatan 2026. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kami mampu bersaing dengan perguruan tinggi terbaik di Sulawesi Selatan. Universitas akan terus meningkatkan kualitas pembinaan kemahasiswaan sebagai bagian dari upaya melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, dan berkarakter,” ungkapnya.
Kisah Amal menjadi pengingat bahwa prestasi tidak selalu lahir dari mereka yang memiliki waktu luang. Terkadang, justru mereka yang harus membagi waktu antara pekerjaan, bangku kuliah, dan latihan adalah orang-orang yang paling memahami arti perjuangan. Bersama rekan-rekannya yang juga mengharumkan nama Universitas Andi Djemma, Amal membuktikan bahwa dedikasi dan semangat belajar mampu mengubah kesibukan menjadi pencapaian.
Karena pada akhirnya, panggung PEKSIMIDA bukan hanya tentang siapa yang menyanyikan lagu paling merdu atau menampilkan karya terbaik. Panggung itu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa mimpi akan selalu menemukan jalannya ketika diperjuangkan dengan kerja keras, disiplin, dan keberanian untuk tidak menyerah.
Penulis: Herman Saputra
Foto: Tim Humas
Penyunting: Tim Humas
