​PALOPO – Universitas Andi Djemma (UNANDA) kembali membuktikan komitmennya dalam pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi. Pada Rabu (13/05/2026), UNANDA menggelar penandatanganan kontrak bagi para dosen peneliti yang lolos pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat tahun 2026, yang dananya bersumber dari APBN melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Andi Djemma Bapak Dr. Ir. H. Annas Boceng, M.Si. beserta jajaran pimpinan universitas, Wakil Rektor II, pengurus Yayasan To Ciung, Ketua Lembaga Penelitian Inovasi dan Hilirisasi (LPIH), serta Ketua Lembaga Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat (LPKM) beserta sekretaris dan jajarannya. Tidak ketinggalan, Kepala Biro dan Kepala Pusat KKN serta Desa Binaan turut hadir memberikan dukungan langsung.

​Tahun ini, UNANDA patut berbangga. Sebanyak 22 judul penelitian dan 2 proposal pengabdian berhasil meraih pendanaan. Angka ini tidak hanya menunjukkan produktivitas sivitas akademika, tetapi juga mengukuhkan posisi UNANDA di peringkat ketiga perguruan tinggi dalam klaster madya yang memperoleh dana hibah terbesar di wilayah LLDikti IX.

Dalam laporannya, Ketua Lembaga Penelitian Inovasi dan Hilirisasi (LPIH) Prof. Dr. Ir. Irman Halid,S.T., M.Si mengingatkan para pengabdi untuk disiplin mematuhi buku panduan (buku panduan) dan memperhatikan logbook kegiatan.

​”Berdasarkan pengalaman pengabdian tahun-tahun sebelumnya, kita sering kali dihadapkan pada evaluasi mendadak (monev) dari reviewer saat kita tidak siap atau sedang tidak berada di lapangan. Oleh karena itu, mental, kesiapan fisik, dan akuntabilitas pekerjaan harus betul-betul dijaga,” pesannya tegas.

​Rektor UNANDA juga menyampaikan pesan penting dalam arahannya. Ia berharap tahun 2026 menjadi batu loncatan yang signifikan bagi universitas.
​”Dengan 22 penelitian dan 2 pengabdian yang lolos tahun ini, kita sudah meraih peringkat 3 di klaster madya.

Harapan kita, tahun 2027 mendatang, UNANDA tidak hanya meningkatkan peringkat dan jumlah pendanaan, tetapi juga berhasil naik kelas, beralih status dari klaster madya menjadi klaster utama. Jika tahun ini kita lolos dengan 24 judul, tahun depan targetnya harus naik tiga kali lipat,” ujar Rektor dengan penuh harap dan semangat.

Proses penandatanganan kontrak berlangsung tertib dan lancar. Setiap peneliti menandatangani dokumen kontrak sebagai bentuk persetujuan hak dan kewajiban.

​Penandatanganan kontrak ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata UNANDA untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat luas serta kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia. Rangkaian acara ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *