Universitas Andi Djemma (UNANDA) melalui Lembaga Penelitian, Inovasi, dan Hilirisasi (LPIH) memperkuat sinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Survei Kepuasan Pelayanan Kesehatan Kabupaten Luwu. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Rektorat UNANDA, Kamis (1/10/2026).

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya mendukung evaluasi kualitas pelayanan kesehatan melalui penelitian yang objektif, terukur, dan berbasis data. Survei tersebut diarahkan untuk memperoleh gambaran mengenai pengalaman serta tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang diterima.

PKS ditandatangani oleh Dr. Rosnawari, M.Tr., Adm.Kes., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dan Prof. Dr. Ir. Irman Halid, S.T., M.Si., Ketua LPIH Universitas Andi Djemma.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dr. Ir. Sukriming Sapareng, S.P., M.P., IPM., Plh. Rektor UNANDA , Wakil Rektor II, Rafiqah Asaff, SE., M.Si dan Kepala Pusat Kerjasama, Renaldy, SE., MM.,  serta  jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu.

UNANDA Dorong Riset yang Berdampak bagi Masyarakat

Ketua LPIH UNANDA, Prof. Dr. Ir. Irman Halid, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui penelitian dan kajian yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, UNANDA memiliki sumber daya manusia serta pengalaman akademik yang dapat mendukung berbagai kegiatan penelitian, termasuk survei pelayanan publik dan studi kelayakan.

Kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu menjadi salah satu bentuk implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghadirkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pemerintah dan masyarakat.

“Riset harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.”

Ia menambahkan, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada penyusunan laporan, tetapi dapat menghasilkan data dan rekomendasi yang relevan untuk mendukung proses evaluasi dan pengembangan pelayanan publik.

Dinkes Luwu Libatkan UNANDA sebagai Mitra Independen

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, Dr. Rosnawari, M.Tr., Adm.Kes., menjelaskan bahwa survei kepuasan pelayanan kesehatan dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai pengalaman masyarakat dalam menerima pelayanan kesehatan.

Sebelumnya, evaluasi pelayanan telah dilakukan melalui sejumlah instrumen, termasuk survei yang berkaitan dengan BPJS dan instrumen akreditasi Puskesmas. Namun, menurutnya, masih diperlukan evaluasi dengan cakupan responden yang lebih luas agar dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif.

Keterlibatan pihak eksternal juga dinilai penting dalam proses pengumpulan dan pengolahan data. Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu menggandeng UNANDA sebagai mitra akademik yang diharapkan dapat melaksanakan survei secara independen, profesional, dan sesuai dengan kaidah ilmiah.

Hasil survei nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu bahan evaluasi untuk melihat kebutuhan masyarakat sekaligus mengidentifikasi aspek pelayanan kesehatan yang telah berjalan baik maupun bagian yang masih memerlukan perbaikan.

Suara Masyarakat Menjadi Bagian Penting dalam Evaluasi

Plh. Rektor UNANDA, Dr. Ir. Sukriming Sapareng, S.P., M.P., IPM., menyambut baik kerja sama tersebut. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Rektor UNANDA yang sedang melaksanakan ibadah umrah.

Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat sehingga kualitasnya perlu terus dievaluasi secara berkala.

Salah satu cara untuk mendapatkan gambaran tersebut adalah dengan mendengar langsung pengalaman masyarakat sebagai penerima layanan. Melalui survei, masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan tingkat kepuasan sekaligus memberikan gambaran mengenai kualitas pelayanan yang mereka terima.

“Suara masyarakat penting untuk menjadi bagian dari evaluasi pelayanan. Dari sana kita bisa melihat apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu diperbaiki,” ujarnya.

Ia berharap tim peneliti UNANDA dapat menjalankan survei secara independen, objektif, dan berpedoman pada kaidah ilmiah sehingga hasil yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

Survei Dilaksanakan Selama 60 Hari

Berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK), pelaksanaan survei dijadwalkan berlangsung selama 60 hari. Tahapan awal akan diawali dengan seminar proposal yang menjadi forum untuk menyelaraskan rancangan penelitian dan instrumen survei dengan kebutuhan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu.

Pada tahap tersebut, tim UNANDA bersama Dinas Kesehatan akan membahas metodologi dan instrumen penelitian sebelum digunakan dalam proses pengumpulan data di lapangan.

Instrumen yang telah disepakati selanjutnya akan menjadi dasar pelaksanaan survei. Tim peneliti akan melakukan pengumpulan dan pengolahan data sesuai dengan metode penelitian yang telah ditetapkan.

Tahapan tersebut diharapkan dapat menghasilkan data yang relevan, objektif, terukur, serta dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Kolaborasi Akademik dan Pemerintah Daerah

Penandatanganan PKS ini menjadi awal pelaksanaan kolaborasi antara Universitas Andi Djemma dan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu dalam pelaksanaan survei kepuasan pelayanan kesehatan.

Bagi UNANDA, kerja sama tersebut memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyediaan kajian dan data berbasis penelitian. Sementara bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, hasil survei diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam melihat kebutuhan dan pengalaman masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Kolaborasi ini mempertemukan kapasitas akademik, kebutuhan pemerintah daerah, dan perspektif masyarakat dalam satu proses penelitian. Dengan dukungan data yang objektif, hasil survei diharapkan dapat memberikan informasi tambahan bagi pemerintah daerah dalam melakukan evaluasi dan merumuskan langkah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Prosesi kegiatan kemudian diakhiri dengan penandatanganan dokumen PKS dan sesi foto bersama, yang menandai dimulainya kolaborasi riset independen antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Luwu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *