Masamba, Luwu Utara – Tim peneliti dari Universitas Andi Djemma (Unanda) baru-baru ini memaparkan Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan Kabupaten Luwu Utara dalam sebuah forum yang digelar di Masamba. Rencana aksi ini bertujuan untuk mendorong keberlanjutan industri kelapa sawit di daerah tersebut, dengan fokus pada aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Forum Dihadiri Pemangku Kebijakan, Praktisi, dan Akademisi
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pemangku kebijakan, praktisi, dan akademisi, yang mendiskusikan langkah-langkah strategis untuk mengimplementasikan kelapa sawit yang ramah lingkungan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Pentingnya Kolaborasi Pemerintah, Masyarakat, dan Dunia Usaha
Tim peneliti Unanda yang terdiri dari Dr. Ir. Sukriming Sapareng, SP., MP., IPM., Dr. Ir. Akmal, SP., MP., IPM., dan Dr. Taruna S. Arsam, SP., M.Si, menjelaskan pentingnya kolaborasi antara sektor pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam mencapai keberlanjutan sektor kelapa sawit di Kabupaten Luwu Utara.
Tantangan dan Solusi Menuju Sawit Berkelanjutan
Dalam pemaparannya, mereka juga menyoroti tantangan yang ada serta solusi yang dapat diambil untuk mewujudkan kelapa sawit yang berkelanjutan di wilayah tersebut.
Dukungan Akademisi bagi Pembangunan Daerah Berbasis Sawit
Kehadiran tim peneliti Unanda dalam forum ini menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya pada sektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat Luwu Utara. Melalui pendekatan akademis yang berbasis data dan riset lapangan, tim peneliti berupaya memastikan bahwa rencana aksi yang disusun tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga aplikatif dan dapat diimplementasikan secara nyata oleh seluruh pemangku kepentingan.
Selain memaparkan hasil kajian, forum ini juga menjadi ruang diskusi terbuka antara akademisi dan pemerintah daerah untuk menyamakan pandangan terkait arah kebijakan sawit berkelanjutan ke depan. Beberapa isu krusial yang dibahas antara lain tata kelola lahan, sertifikasi keberlanjutan, pemberdayaan petani swadaya, serta upaya mitigasi dampak lingkungan akibat ekspansi perkebunan.
Dengan adanya kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan Kabupaten Luwu Utara dapat menjadi salah satu percontohan daerah penghasil sawit yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani sawit di wilayah tersebut. Pihak Unanda menyatakan kesiapannya untuk terus mendampingi proses implementasi rencana aksi ini melalui riset lanjutan, pelatihan, dan pendampingan teknis bagi para pemangku kepentingan di lapangan.
https://www.instagram.com/p/DOnV0njk8A6/?img_index=1

