Dalam rangka mempercepat integrasi sistem akademik berbasis capaian pembelajaran, Universitas Andi Djemma (UNANDA) resmi menggelar kegiatan bertajuk Karantina KPS: Penginputan Kurikulum OBE ke SIAKAD. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WITA, bertempat di Guest House Unanda, dan dihadiri oleh seluruh Ketua Program Studi (KPS) di lingkungan UNANDA serta para Koordinator Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU).

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UNANDA Dr. Ir. H. Annas Boceng, M.Si yang sekaligus membuka acara secara resmi, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Dr. Dandi Darmadi, S.IP., M.AP., Wakil Rektor I Dr. Ir. Sukriming Sapareng, SP., MP., IPM., Wakil Rektor III Dr. Hasbi, ST., M.SP., IPU., Eng, serta Dewan Pengawas Yayasan Tociung Luwu Drs. Baharuddin Solongi. Format karantina dipilih untuk memastikan setiap program studi dapat menyelesaikan pengisian kurikulum secara langsung, terpandu, dan terukur dalam satu hari penuh.

Apa Itu Kurikulum OBE dan Mengapa Penting bagi Perguruan Tinggi?

Outcome-Based Education (OBE) atau Pendidikan Berbasis Capaian adalah paradigma kurikulum yang menempatkan hasil pembelajaran mahasiswa sebagai pusat desain akademik. Dalam kerangka OBE, seluruh mata kuliah, metode pengajaran, hingga instrumen evaluasi dirancang untuk memastikan tercapainya Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang telah ditetapkan program studi.

Pendekatan ini selaras dengan amanat Permendikbudristek tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) yang mewajibkan perguruan tinggi menyusun kurikulum berbasis capaian pembelajaran yang terukur. Dengan mengintegrasikan OBE ke dalam sistem informasi akademik seperti SIAKAD SEVIMA, UNANDA memastikan setiap data kurikulum—mulai dari Profil Lulusan, CPL, Indikator Kinerja (IK), hingga RPS—tersimpan secara digital, terstruktur, dan dapat dimonitoring secara real-time.

Karantina ini adalah wujud komitmen UNANDA untuk tidak hanya memiliki kurikulum di atas kertas, tetapi menjadikannya hidup di dalam sistem—terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

— Wakil Rektor I, Dr. Ir. H. Sukriming Sappareng, SP., MP., IPM

Rektor Buka Kegiatan: Kurikulum Berkualitas adalah Fondasi Lulusan Berdaya Saing

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Andi Djemma, Dr. Ir. H. Annas Boceng, M.Si, pada pukul 09.00 WITA. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa penginputan Kurikulum OBE ke dalam sistem digital bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan bentuk tanggung jawab institusional terhadap mutu lulusan dan kepercayaan masyarakat kepada UNANDA.

Rektor Annas Boceng menekankan bahwa di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat dan dinamika industri yang terus berubah, perguruan tinggi tidak boleh berhenti berinovasi dalam mendesain kurikulum. Penerapan OBE yang konsisten, menurutnya, adalah jawaban UNANDA atas tantangan tersebut—memastikan setiap mahasiswa tidak hanya lulus dengan gelar, tetapi dengan kompetensi yang relevan dan terukur. Rektor pun mendorong seluruh KPS untuk memanfaatkan sesi karantina ini sebaik-baiknya, karena output hari ini akan menjadi pondasi akademik program studi dalam beberapa tahun ke depan.

Kurikulum yang baik bukan yang tebal proposalnya, tetapi yang nyata implementasinya. Hari ini kita bukan sekadar menginput data—kita sedang membangun masa depan mahasiswa kita.

— Rektor UNANDA, Dr. Ir. H. Annas Boceng, M.Si

Ketua LPM Tekankan Peran Strategis OBE dalam Penjaminan Mutu dan Akreditasi

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UNANDA, Dr. Dandi Darmadi, S.IP., M.AP. Dalam arahannya, Dr. Dandi menyoroti keterkaitan erat antara kelengkapan data OBE di SIAKAD dengan performa akreditasi program studi. Ia menjelaskan bahwa instrumen akreditasi terkini—baik yang digunakan BAN-PT maupun LAM (Lembaga Akreditasi Mandiri)—semakin menitikberatkan pada bukti empiris pencapaian CPL yang hanya dapat dihasilkan secara sistematis melalui platform seperti SIAKAD SEVIMA.

Ketua LPM juga mengingatkan bahwa Karantina KPS ini merupakan bagian dari siklus penjaminan mutu internal yang terus-menerus harus dijaga konsistensinya. Data kurikulum yang terisi lengkap dan akurat adalah modal utama LPM dalam melakukan evaluasi mutu program studi secara periodik, menghasilkan rekomendasi perbaikan yang berbasis data, serta mendukung persiapan visitasi akreditasi yang lebih terstruktur dan meyakinkan.

Urgensi Migrasi ke OBE V2: Dari Struktur Lama Menuju Sistem yang Lebih Canggih

Kegiatan karantina ini secara khusus difokuskan pada migrasi dan penginputan ke OBE Versi 2 (V2) di platform SIAKAD SEVIMA. Versi terbaru ini menghadirkan sejumlah pembaruan signifikan dibandingkan V1, di antaranya restrukturisasi menu navigasi, penambahan fitur Indikator Kinerja (IK), Sub-CPMK yang lebih detail, serta modul Laporan OBE yang lebih komprehensif untuk keperluan monitoring dan akreditasi.

Perubahan dari V1 ke V2 bukan sekadar pembaruan teknis, melainkan peningkatan substansial dalam kemampuan sistem untuk memetakan ketercapaian kurikulum secara granular. Program studi kini dapat melakukan pemetaan CPL hingga dua tingkat—dari level program studi hingga sub-capaian mata kuliah—yang memungkinkan analisis mutu akademik yang jauh lebih presisi.

Sesi Inti: Penginputan Komponen Kurikulum secara Menyeluruh

Inti dari kegiatan karantina ini adalah sesi penginputan terstruktur yang mencakup seluruh komponen kurikulum OBE. Pada Sesi I, para peserta dipandu narasumber untuk memahami navigasi sistem OBE V2 secara menyeluruh, termasuk cara menetapkan tahun kurikulum aktif, mengatur skala penilaian, batas satuan kredit semester (SKS), serta predikat kelulusan yang sesuai standar prodi masing-masing.

Sesi II membawa peserta masuk lebih dalam ke manajemen capaian, yakni proses input Profil Lulusan (PL), Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), dan Indikator Kinerja (IK). Sistem OBE V2 memungkinkan pemetaan antara PL dan CPL dilakukan baik secara manual maupun melalui kalkulasi rerata otomatis, memberikan fleksibilitas bagi program studi dengan karakteristik kurikulum yang berbeda-beda. Selanjutnya, setiap mata kuliah dipetakan ke dalam CPL 2 level, dilengkapi CPMK, Sub-CPMK, dan RPS yang dapat diunggah secara langsung ke sistem.

Format Karantina: Mengapa Pendekatan Ini Dipilih?

Penggunaan format karantina—di mana seluruh peserta berkumpul dan bekerja dalam satu lokasi terpusat selama satu hari penuh—bukan tanpa alasan. Pendekatan ini memungkinkan setiap KPS mendapatkan pendampingan langsung dari narasumber dan panitia teknis apabila menemui kendala dalam proses penginputan. Masalah yang kerap muncul seperti ketidaksesuaian kode mata kuliah, kebingungan dalam pemetaan CPL lintas jenjang, atau kesalahan input skala nilai dapat diselesaikan saat itu juga, tanpa harus menunggu antrian dukungan teknis yang panjang.

Selain efisiensi teknis, format karantina juga membangun budaya akuntabilitas kolektif. Seluruh program studi bergerak bersama dalam satu ritme, sehingga tidak ada satupun yang tertinggal dalam proses implementasi sistem baru ini. Pada sesi penutupan, progres pengisian masing-masing prodi akan direkap dan setiap KPS diminta menyatakan komitmen penyelesaian bagi yang belum sepenuhnya tuntas.

Dampak Jangka Panjang bagi Mutu Akademik dan Akreditasi UNANDA

Keberhasilan penginputan Kurikulum OBE ke SIAKAD SEVIMA memiliki dampak langsung yang signifikan bagi ekosistem akademik UNANDA. Pertama, data kurikulum yang terdigitalisasi akan mempermudah proses monitoring dan evaluasi pencapaian CPL secara berkala, baik oleh program studi, fakultas, maupun institusi. Kedua, laporan OBE yang dapat dihasilkan sistem secara otomatis akan menjadi dokumen pendukung krusial dalam proses akreditasi, baik oleh BAN-PT maupun lembaga akreditasi internasional.

Lebih jauh, integrasi OBE yang konsisten juga akan meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa. Ketika setiap komponen pembelajaran—dari silabus, metode pengajaran, hingga instrumen evaluasi—tersusun dengan logika yang koheren dan terukur, mahasiswa akan lebih mudah memahami relevansi setiap mata kuliah terhadap kompetensi yang ingin mereka capai.

Langkah UNANDA ini mencerminkan komitmen institusi dalam menjawab tantangan transformasi pendidikan tinggi di era kompetitif, sekaligus membuktikan bahwa teknologi informasi dan semangat kolaboratif antar sivitas akademika adalah kunci percepatan peningkatan mutu yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *