Aula Ratona Kantor Walikota Palopo dipenuhi puluhan tokoh masyarakat Tanah Luwu dalam acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Wija To Luwu II, Selasa (20/1/2026). Universitas Andi Djemma (Unanda) melalui Yayasan To Ciung tampil sebagai tuan rumah penyelenggara seminar nasional bertema “Memperkokoh Komitmen Wija To Luwu untuk Masa Depan Luwu Raya.”

Acara yang menghadirkan dua pemateri kaliber nasional ini menjadi momen bersejarah bagi dunia kampus di Kota Palopo. Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, Kadi Kedatuan Luwu sekaligus Ketua Pembina Yayasan Tociung Luwu, dan Darwis Ismail, Ketua BPP DOB Provinsi Luwu Raya, membedah visi strategis pembangunan Luwu Raya di hadapan ratusan peserta.

Kampus Sebagai Pusat Gerakan

Kehadiran Datu Luwu ke-40 Andi Maradang Mackulau, Makkole Baebunta, Maddika Ponrang, hingga jajaran Forkopimda se-Luwu Raya menegaskan peran vital perguruan tinggi dalam gerakan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Unanda, sebagai salah satu kampus terkemuka di Palopo, membuktikan komitmennya sebagai motor penggerak intelektual bagi kemajuan daerah.

“Ini bukan sekadar seminar biasa. Kita sedang merumuskan masa depan Luwu Raya dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia,” tegas Rektor Unanda, Dr. Annas Boceng.

MoU Bersejarah: PTS Se-Luwu Raya Bersinergi dengan Istana Kedatuan

Salah satu puncak acara yang paling ditunggu adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Antara Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Luwu Raya dengan Istana Kedatuan Luwu. Kesepakatan strategis ini menandai era baru kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga adat dalam memperkuat fondasi keilmuan dan kearifan lokal Luwu Raya.

MoU tersebut mencakup komitmen bersama dalam pengembangan riset berbasis budaya Luwu, penguatan literasi sejarah dan adat, serta pemberdayaan generasi muda melalui program-program kolaboratif. Dengan penandatanganan ini, kampus-kampus di Luwu Raya tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga garda terdepan dalam pelestarian dan transformasi nilai-nilai luhur To Luwu.

Tiga Agenda Strategis Sekaligus

Yang membuat acara ini semakin istimewa, Silatnas Wija To Luwu II menggabungkan tiga agenda besar sekaligus:

1. Peringatan Hari Jadi Kerukunan Keluarga Luwu Raya ke-70 – momentum refleksi perjalanan panjang persatuan Wija To Luwu

2. Pengukuhan DPP DOB Provinsi Luwu Raya oleh Datu Luwu – penguatan struktur organisasi menuju pembentukan provinsi baru

3. Launching Gerakan “100 Ribu untuk Provinsi Luwu Raya” – kampanye masif yang melibatkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa

Mahasiswa dan Akademisi: Kunci Sukses DOB

Annas Boceng menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merujuk langsung pada keputusan Datu Luwu, serta SKB antara BPP KKLR dengan Unanda. “Kampus punya peran strategis dalam merumuskan potensi Luwu Raya—mulai dari riset, kajian akademis, hingga penguatan narasi publik,” jelasnya.

Dengan menghadirkan pimpinan perguruan tinggi se-Kota Palopo, seminar ini juga menjadi ajang kolaborasi antar-kampus untuk mendukung pembentukan Provinsi Luwu Raya melalui kajian ilmiah dan gerakan sosial berbasis data.

Momentum Bersejarah Generasi Muda

Kehadiran Wakil Bupati Luwu Utara Jumail Mappile, Ketua DPRD Kota Palopo Darwis, Bupati Bombana, hingga Ketua BPP KKLR H. Arsyd Kasmar menunjukkan dukungan lintas generasi terhadap cita-cita Provinsi Luwu Raya. Bagi mahasiswa dan generasi muda, ini adalah kesempatan emas untuk terlibat langsung dalam proses transformasi sejarah daerah.

“Gerakan ini bukan hanya milik para tetua adat. Ini milik kita semua, terutama generasi muda yang akan menikmati hasil pembangunan Luwu Raya di masa depan,” pungkas Annas Boceng penuh semangat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *