Universitas Andi Djemma (UNANDA) mengambil langkah baru untuk memperkuat layanan kemahasiswaan. Melalui peluncuran website kemahasiswaan dan penerapan manajemen talenta mahasiswa baru, UNANDA mendorong layanan yang lebih digital. Langkah ini sekaligus menjadi upaya untuk mengembangkan potensi mahasiswa sejak awal masa perkuliahan.
Inisiatif tersebut digagas oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Prestasi, dan Pembinaan Karier UNANDA, Dr. Ir. Hasbi, S.T., M.SP., IPU., ASEAN Eng. Program ini diharapkan dapat menghadirkan layanan kemahasiswaan yang lebih mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Website Kemahasiswaan Jadi Pusat Informasi Mahasiswa
Kehadiran website kemahasiswaan diarahkan sebagai pusat informasi dan layanan bagi mahasiswa. Platform tersebut akan memuat berbagai informasi terkait aktivitas kemahasiswaan, organisasi, prestasi, pengembangan diri, hingga pembinaan karier.
Dengan dukungan sistem digital, mahasiswa dapat memperoleh informasi secara lebih cepat, mudah, dan terintegrasi. Selain itu, akses informasi yang lebih baik diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih aktif mengikuti berbagai kegiatan di lingkungan kampus.
“Kami ingin layanan kemahasiswaan di UNANDA semakin mudah diakses, terintegrasi, dan mampu memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkembang, baik dalam prestasi, organisasi, kompetensi maupun karier,” ujar Dr. Hasbi.
Mengenali Talenta Sejak Mahasiswa Baru
Selain digitalisasi layanan, UNANDA mulai menerapkan manajemen talenta mahasiswa baru. Program ini bertujuan untuk memetakan minat, bakat, potensi, dan kompetensi mahasiswa sejak awal masa perkuliahan.
Setiap mahasiswa memiliki keunggulan yang berbeda. Ada yang menonjol dalam bidang akademik, olahraga, seni, organisasi, teknologi, kewirausahaan, maupun kepemimpinan. Karena itu, pemetaan talenta menjadi penting agar kampus dapat memberikan pembinaan yang sesuai dengan potensi setiap mahasiswa.
“Manajemen talenta ini menjadi langkah awal untuk mengenali mahasiswa secara lebih baik. Kami ingin potensi yang mereka miliki dapat terpetakan sejak awal sehingga pembinaan dan pengembangan prestasi bisa dilakukan secara lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Melalui pendekatan tersebut, pengembangan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi. Program ini juga diarahkan untuk memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja.
Potensi yang telah teridentifikasi dapat dikembangkan melalui berbagai program. Di antaranya pelatihan, kompetisi, organisasi, kegiatan kepemimpinan, serta program pengembangan karier.
Dari Layanan Digital Menuju Ekosistem Talenta
Bagi UNANDA, transformasi digital bukan sekadar memindahkan layanan ke platform daring. Lebih dari itu, teknologi menjadi pintu masuk untuk membangun ekosistem kemahasiswaan yang lebih responsif dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa.
Website kemahasiswaan memberikan kemudahan dalam mengakses informasi. Sementara itu, manajemen talenta membantu kampus mengenali karakter, potensi, dan kebutuhan pengembangan setiap mahasiswa.
Dengan demikian, kedua langkah tersebut dapat saling mendukung. Digitalisasi menyediakan akses informasi yang lebih cepat, sedangkan manajemen talenta memberikan dasar bagi kampus untuk menyusun pembinaan yang lebih tepat sasaran.
Membangun Mahasiswa yang Adaptif dan Berprestasi
Langkah ini menegaskan komitmen UNANDA untuk menghadirkan pengalaman pendidikan yang lebih utuh. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik yang baik. Mahasiswa juga perlu memiliki kompetensi, pengalaman organisasi, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi dunia kerja.
Melalui penguatan layanan digital dan manajemen talenta, UNANDA berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung mahasiswa untuk berkembang sesuai dengan potensinya. Pada akhirnya, program tersebut diharapkan mampu melahirkan mahasiswa yang adaptif, berprestasi, kompeten, dan siap menghadapi masa depan.
Penulis: Herman Saputra
Foto: Tim Humas
Penyunting: Tim Humas
