PALOPO –Dalam upaya mendorong peningkatan jabatan akademik dan kualitas pendidikan, Universitas Andi Djemma (Unanda) menyelenggarakan “Workshop Strategi Pengembangan Karir Dosen Penguatan Portofolio Tridarma Perguruan Tinggi Sesuai Format LLDikti dan Panduan Kenaikan Jabatan Akademik”. Kegiatan ini digelar pada Kamis, 21 Mei 2026, di Hotel Harapan Palopo.


Workshop ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Unanda, Dr. Ir. Sukriming Sapareng, SP., MP., IPM. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kegiatan ini. Menurutnya, workshop merupakan bagian dari komitmen kampus dalam meningkatkan mutu dosen.


“Kami berharap workshop ini mampu menjadi motivasi bagi dosen. Semoga kualitas akademik, penelitian, dan publikasi ilmiah terus meningkat,” tegasnya.
Selain itu, institusi juga memberikan dukungan penuh kepada dosen. Dukungan tersebut mencakup kolaborasi penelitian dan perolehan dana hibah. Hal ini penting, terutama bagi calon Profesor yang wajib memiliki publikasi di jurnal bereputasi internasional seperti Scopus Q2 dan Q3.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber ahli. Pertama, Subkoordinator Karir Pendidik LLDikti Wilayah 9, Andi Faisal, S.E., M.M. Kedua, Profesor Unanda, Prof. Dr. Ir. Irman Halid, S.T., M.Si.
Prof. Irman menekankan pentingnya adaptasi terhadap regulasi baru. Regulasi tersebut antara lain Permen PAN RB No. 6 Tahun 2022, Permen PAN RB No. 1 Tahun 2023, dan Permendikbudristek No. 52 Tahun 2023. Ia menegaskan bahwa paradigma lama harus ditinggalkan.
“Sekarang dosen harus membangun rekam jejak kinerja Tridarma yang berkualitas. Kinerja tersebut harus terdokumentasi, berdampak, dan terukur,” jelas Prof. Irman.
Selanjutnya, ia memperkenalkan strategi “5P” untuk pengembangan karir dosen. Strategi ini menuntut dosen memiliki roadmap karir jangka panjang. Selain itu, dosen juga wajib mendokumentasikan setiap kegiatan akademik secara digital. Sebab, banyak dosen gagal naik jabatan bukan karena kurang produktif, melainkan karena dokumen tidak terarsip rapi.
Berbeda dari workshop biasa, kegiatan ini menitikberatkan pada praktik langsung. Andi Faisal memandu sesi bedah data dan simulasi pengajuan jabatan secara teknis. Dalam sesi ini, dosen yang telah memenuhi syarat diminta langsung mengakses akun SISTER masing-masing.
Proses yang dipandu mencakup dua tahap utama. Pertama, Pengakuan Penyetaraan Angka Kredit bidang pendidikan dan pengajaran. Kedua, klaim manual Proporsi Penelitian melalui portofolio sistem.
“Setiap dosen yang akan mengusulkan JAD harus duduk bersama operator. Tujuannya agar data diperbarui dan tidak ada kesalahan unggah dokumen,” instruksi Andi Faisal.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Hal ini tampak dari banyaknya pertanyaan teknis yang diajukan oleh para dosen Unanda.

Kegiatan ini ditutup oleh Wakil Rektor II Unanda, Rafiqah Asaff, S.E., M.Si. Ia menyampaikan apresiasi kepada LLDikti Wilayah 9 atas arahan dan pendampingan yang diberikan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.


Lebih lanjut, Rafiqah berharap workshop ini memberikan dampak nyata. Peningkatan jumlah Lektor Kepala dan Profesor diyakini akan mendongkrak kualitas SDM Unanda. Pada akhirnya, hal tersebut akan berkontribusi pada peningkatan akreditasi institusi menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.

